
Prigen, 3 September 2026 — SMP-SMA Al Ma’hadul Islami, Yayasan Pesantren Islam (YAPI), menggelar Kemah Pramuka selama dua hari, Rabu–Kamis (2–3/9), di Tretes Asik Land, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan yang diikuti 79 santri kelas 1 SMP dan kelas 1 SMA sebagai peserta serta 35 santri sebagai panitia tersebut menjadi sarana pembelajaran di luar sekolah sekaligus upaya menanamkan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Kemah Pramuka YAPI 2026 dipimpin oleh Ketua Pramuka YAPI, Morteza Ardabily, dengan pendampingan guru dan pembina Pramuka, di antaranya Didit Cathur dan Muhammad Shoir, S.Kom.
Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan sebagai tanda dimulainya Kemah Pramuka. Setelah itu, para santri mengikuti berbagai kegiatan yang telah dipersiapkan oleh panitia. Beragam aktivitas tersebut dirancang tidak hanya untuk memberikan pengalaman baru, tetapi juga membangun kemampuan santri dalam bekerja sama, bertanggung jawab, disiplin, dan mandiri.
Pembina Pramuka YAPI, Muhammad Shoir, S.Kom., mengatakan kegiatan kemah merupakan salah satu bentuk pembelajaran berbasis pengalaman di luar lingkungan sekolah dan pesantren. Menurutnya, kegiatan tersebut diarahkan untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Dharma Pramuka.
“Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menjalankan nilai-nilai yang tertera dalam Dasa Dharma Pramuka, selain sebagai pembelajaran berbasis di luar lingkungan sekolah,” ujar Shoir.
Ia berharap berbagai pengalaman yang diperoleh santri selama mengikuti kemah tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Nilai-nilai yang dipelajari diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari ketika para santri kembali ke lingkungan pondok.
Menurut Shoir, kegiatan Pramuka memiliki peran dalam membentuk santri yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, dan mandiri. Pembentukan karakter tersebut diharapkan menjadi bekal bagi santri agar mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat di masa mendatang.

Persiapan Melibatkan Berbagai Unsur YAPI
Untuk memastikan kegiatan berjalan terarah dan sesuai dengan ketentuan, pihak pembina dan panitia melakukan koordinasi dengan berbagai unsur di lingkungan YAPI. Koordinasi dilakukan bersama pihak sekolah, madrasah diniyah, asrama, hingga pesantren.
“Sebelum kegiatan, kita selalu berkoordinasi dengan pihak sekolah, madrasah diniyah, asrama sampai dengan pesantren, untuk memastikan bahwa kegiatan ini resmi dan bisa tersampaikan juga kepada orang tua peserta. Selain itu, kita menyiapkan panitia penyelenggara dalam menjalankan dan membantu setiap rangkaian kegiatan mulai dari awal sampai selesai. Pasca kegiatan, kita juga bisa melaporkan kegiatannya,” jelas Shoir.
Koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik, sekaligus memberikan informasi yang jelas kepada orang tua dan pihak terkait mengenai pelaksanaan Kemah Pramuka.
Sementara itu, Ketua Pramuka YAPI, Morteza Ardabily, menyampaikan bahwa Kemah Pramuka tahun ini melibatkan 79 santri sebagai peserta dan 35 santri yang bertugas sebagai panitia. Keterlibatan santri sebagai panitia juga menjadi bagian dari proses pembelajaran kepemimpinan dan tanggung jawab.
Morteza menilai antusiasme para santri menjadi salah satu hal yang paling berkesan selama pelaksanaan kegiatan. Para peserta menunjukkan semangat dalam mengikuti berbagai rangkaian acara yang telah disiapkan.
Melalui Kemah Pramuka YAPI 2026, sekolah berharap pengalaman belajar di luar lingkungan kelas dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter santri. Nilai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen SMP-SMA Al Ma’hadul Islami YAPI dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan sosial santri.
