
Beji – Lensa Kamal. Yayasan Pesantren Islam Al-Ma’hadul Islami (YAPI) kembali menyelenggarakan kajian ilmiah rutin bulanan pada Kamis (14/5/2026) di aula utama SMP–SMA Al-Ma’hadul Islami. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini diikuti oleh seluruh dewan guru dan ustad sebagai upaya meningkatkan kualitas keilmuan, spiritualitas, serta memperkuat semangat pengabdian para pendidik dalam mendidik santri YAPI.
Kajian ilmiah kali ini menghadirkan Ustad Muhammad bin Alwi, BSA selaku Pembina Pesantren YAPI sebagai pemateri dengan tema “Tiga Syarat bagi Seorang Mukmin untuk Mencapai Kesuksesan.” Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa kesuksesan seorang mukmin tidak hanya ditentukan oleh kemampuan dan usaha, tetapi juga kedekatan kepada Allah SWT serta kesiapan hati menerima kebaikan dan nasihat.
Pada pemaparan pertama, Ustad Muhammad bin Alwi menjelaskan bahwa syarat utama meraih kesuksesan adalah memohon taufik atau bimbingan dari Allah SWT. Menurut beliau, manusia tidak akan mampu menjalani kehidupan dengan baik tanpa pertolongan Allah.
“Tanpa taufik dan bimbingan dari Allah SWT, seorang hamba tidak akan mampu berbuat apa-apa. Karena itu, kita harus senantiasa memohon bimbingan dan pertolongan-Nya dalam setiap urusan,” ujar beliau di hadapan peserta kajian.
Syarat kedua yang disampaikan adalah adanya penegur dalam diri seseorang. Beliau menjelaskan bahwa hati yang bersih dan hidup akan mampu menegur diri sendiri ketika melakukan kesalahan. Sebaliknya, seseorang yang tidak memiliki pengingat dalam dirinya akan sulit menerima teguran dari orang lain.
Beliau juga menambahkan bahwa seseorang yang memiliki kesadaran untuk mengoreksi diri akan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT dalam menjalani kehidupan.
Selain itu, seorang mukmin juga harus memiliki sikap terbuka terhadap nasihat. Dalam Islam, saling menasihati merupakan bagian penting dari ajaran agama. Orang yang menolak nasihat termasuk golongan orang yang sombong, sedangkan salah satu bentuk taufik terbaik adalah kemampuan menerima nasihat dengan lapang dada.
“Agama itu sendiri adalah nasihat. Maka orang yang tidak menerima nasihat termasuk orang yang sombong. Dan sebaik-baik taufik adalah ketika seseorang mau menerima nasihat,” tutur Ustad Muhammad bin Alwi, BSA.
Di akhir kajian, beliau mengajak seluruh guru dan ustad YAPI untuk terus memohon taufik kepada Allah SWT dalam menjalankan amanah mendidik santri. Menurutnya, keberhasilan seorang pendidik dalam membimbing santri menuju kesuksesan dunia dan akhirat tidak akan lepas dari pertolongan Allah SWT.
Kegiatan yang juga dihadiri Ketua Yayasan dan dewan pembina YAPI ini berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif mengikuti sesi tanya jawab hingga acara berakhir pada pukul 11.15 WIB.
Salah satu peserta berharap kegiatan kajian ilmiah seperti ini dapat terus istiqamah dilaksanakan setiap bulan. Selain meningkatkan kualitas keilmuan dan spiritualitas para pendidik, kegiatan tersebut juga dinilai mampu mempererat ukhuwah antara guru, pengurus, dan pembina yayasan di lingkungan YAPI serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan di YAPI.
