Pasuruan, 27 Mei 2026 — Saat sebagian besar orang masih terlelap dalam keheningan malam, cahaya lampu Masjid As-Tsaqalain YAPI justru tampak terang benderang. Sepertiga malam itu, Rabu (27/5), ratusan santri bergegas menuju masjid dengan langkah tenang. Mereka datang bukan untuk memulai aktivitas harian, melainkan untuk menghidupkan malam menjelang Idul Adha dengan ibadah dan doa.
Saf-saf masjid perlahan terisi. Dalam suasana yang hening dan penuh kekhusyukan, para santri berdiri berdampingan bersama para ustadz melaksanakan salat tahajud berjamaah. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan doa-doa yang dipanjatkan menghadirkan suasana religius yang begitu mendalam di lingkungan Yayasan Pesantren Islam (YAPI).
Kegiatan yang digagas oleh pihak asrama melalui Kepala Asrama tersebut menjadi bagian dari pembinaan spiritual santri dalam menyambut Hari Raya Idul Adha. Melalui qiyamul lail bersama, para santri diajak untuk memaknai hari besar Islam tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai momentum memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Di hadapan para santri, Kepala Asrama YAPI, Ustadz Musa Alaydrus, menyampaikan tausiyah tentang makna pengorbanan dan keikhlasan yang menjadi ruh dari peringatan Idul Adha.
“Hari Raya Idul Adha mengajarkan kepada kita tentang pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan kepada Allah SWT. Karena itu, momentum ini harus dijadikan sarana memperbaiki ibadah dan memperkuat hubungan kita dengan Allah,” ujarnya.
Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan qiyamul lail bersama bukan sekadar agenda rutin pesantren. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana membangun karakter santri agar memiliki kedekatan spiritual yang kuat serta terbiasa menghidupkan malam dengan ibadah.
Usai salat tahajud dan tausiyah, para santri melanjutkan rangkaian kegiatan dengan berziarah ke makam pendiri Pondok Pesantren YAPI, Ustadz Husein bin Abi Bakar Al-Habsyi. Langkah mereka bergerak perlahan menuju area makam yang menjadi saksi awal perjalanan dan perjuangan pesantren.
Di tempat tersebut, seluruh santri dan dewan ustadz memanjatkan doa bersama dengan penuh khidmat. Suasana tenang menyelimuti area makam saat doa-doa dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas jasa sang pendiri yang telah meletakkan fondasi pendidikan dan dakwah di YAPI.
Bagi para santri, ziarah ini bukan sekadar tradisi. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa ilmu yang mereka pelajari hari ini lahir dari perjuangan panjang para pendahulu yang mengabdikan hidupnya untuk pendidikan umat.
Sepanjang rangkaian kegiatan, suasana haru dan kebersamaan terasa begitu kuat. Para santri mengikuti setiap agenda dengan antusias, mulai dari tahajud berjamaah hingga doa di makam pendiri pesantren. Di tengah kesibukan menyambut Idul Adha, mereka diajak untuk berhenti sejenak, merenung, dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Melalui program menghidupkan malam Idul Adha ini, YAPI tidak hanya membina kecerdasan intelektual para santri, tetapi juga menanamkan kekuatan ruhiyah, keteladanan, serta penghormatan kepada para ulama dan pendiri pesantren. Sebuah ikhtiar sederhana yang diharapkan mampu melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan memiliki kedekatan dengan Sang Pencipta.
