
Open class menjadi salah satu bentuk inovasi pembelajaran yang memberikan banyak manfaat bagi dunia pendidikan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi proses belajar mengajar, tetapi juga wadah bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Melalui open class, guru dapat menunjukkan metode pembelajaran yang diterapkan, sementara observer dapat memberikan masukan yang membangun demi terciptanya pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan.
Pada pelaksanaan open class kali ini, kegiatan dilaksanakan di kelas VIII A dengan Dra. Tutik Ernawati sebagai guru model. Dalam kegiatan tersebut, proses pembelajaran berlangsung seperti biasa, namun turut disaksikan oleh beberapa observer yang terdiri dari guru dan pihak sekolah. Kehadiran observer di dalam kelas bertujuan untuk mengamati jalannya pembelajaran, mulai dari metode mengajar, penggunaan media, interaksi siswa, hingga suasana kelas secara keseluruhan.
Sebagai guru model, Tutik Ernawati mempersiapkan pembelajaran dengan matang agar siswa dapat mengikuti pelajaran secara aktif dan antusias.
“Dalam pelaksanaan open class kali ini, saya menyiapkan materi, metode, media pembelajaran, dan strategi agar siswa dapat mengikuti pelajaran dengan aktif dan menyenangkan sehingga anak-anak tidak bosan,” ungkapnya.

Suasana kelas selama open class berlangsung terlihat lebih hidup. Siswa tampak lebih bersemangat dan aktif mengikuti pembelajaran dibandingkan hari-hari biasa. Kehadiran observer ternyata mampu memberikan motivasi tambahan bagi siswa untuk lebih fokus dan antusias dalam belajar.
“Kalau ada open class teman-teman jadi semangat semua, nggak kayak biasanya,” ujar Khadijah Kautsar.
Meski demikian, beberapa siswa juga merasa bahwa pembelajaran saat open class memiliki tantangan tersendiri.
“Kalau open class tugasnya susah-susah, nggak kayak biasanya,” imbuh Feriesta Azzhra. Namun, ia tetap mendukung kegiatan open class karena membuat proses belajar menjadi lebih menarik.
Selama pembelajaran berlangsung, observer memperhatikan berbagai aspek penting dalam proses belajar mengajar. Hasil pengamatan tersebut kemudian dibahas bersama dalam sesi refleksi setelah kegiatan selesai. Diskusi ini menjadi bagian penting dari open class karena memberikan kesempatan bagi guru untuk menerima saran dan masukan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di masa mendatang.
Salah satu observer, Mar’atus Solikha, S.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan open class sangat bermanfaat bagi dirinya sebagai pendidik.
“Sebagai observer dalam kegiatan open class tentunya sangat bermanfaat sekali bagi saya pribadi, karena saya bisa mengambil hal-hal menarik dalam metode pengajaran selama open class agar nantinya bisa saya terapkan di pembelajaran saya,” jelasnya.
Melalui open class, para guru dapat belajar bersama, bertukar ide, dan menemukan inspirasi baru dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif serta inovatif. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa peningkatan mutu pendidikan dapat diwujudkan melalui kolaborasi antarpendidik dan semangat untuk terus berkembang.
Dengan adanya kegiatan open class, diharapkan budaya saling belajar antar guru dapat terus tumbuh sehingga tercipta pembelajaran yang lebih berkualitas dan mampu memberikan pengalaman belajar terbaik bagi siswa.
