Perpisahan yang Menguatkan: YAPI Lepas 45 Santri dengan Pesan Adab dan Bakti kepada Orang Tua

02 Juni 2026
4 menit baca
Oleh: Admin YAPI

Pasuruan, 31 Mei 2026 — Lantunan sholawat mengalun lembut di Masjid As-Tsaqolain YAPI, Ahad (31/5) siang. Satu per satu santri menyalami para asatidz dalam suasana yang penuh haru. Senyum, doa, dan mata yang mulai berkaca-kaca berpadu menjadi satu, menandai berakhirnya perjalanan tiga tahun yang telah mereka lalui bersama.

Hari itu, sebanyak 45 santri kelas IX SMP YAPI resmi dilepas untuk melanjutkan perjalanan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Acara yang digelar seusai salat Zuhur berjamaah tersebut dihadiri oleh para asatidz, kepala asrama, serta seluruh santri YAPI.

Bagi para santri, momen ini bukan sekadar seremoni perpisahan. Di baliknya tersimpan berbagai kenangan tentang hari-hari belajar, beribadah, berjuang, dan bertumbuh bersama di lingkungan pesantren. Ruang-ruang yang selama ini menjadi saksi perjalanan mereka kini akan ditinggalkan untuk membuka lembaran baru kehidupan.

Dalam sambutannya, Konsultan YAPI, Dr. Abu Bakar Baharun, menyampaikan pesan yang menjadi bekal penting bagi para santri ketika kembali ke tengah keluarga dan masyarakat. Beliau menekankan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua sebagai bentuk syukur atas segala pengorbanan yang telah diberikan.

“Setelah kembali ke rumah, hendaknya para santri senantiasa menghormati dan menaati kedua orang tua dalam segala hal yang baik. Berbakti kepada mereka merupakan salah satu jalan menuju keberkahan hidup,” pesannya.

Pesan tersebut disambut khidmat oleh para santri yang akan segera meninggalkan rutinitas kehidupan pesantren. Bagi mereka, nasihat tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh ilmu yang dimiliki, tetapi juga oleh akhlak dan penghormatan kepada orang tua.

Suasana semakin hangat ketika perwakilan santri kelas VII SMP, Fadil Abbas Haneman, menyampaikan kesan dan pesan kepada kakak-kakak kelasnya. Dengan penuh ketulusan, ia mengenang kebersamaan yang telah terjalin sekaligus mendoakan agar para santri yang dilepas dapat meraih cita-cita mereka.

“Semoga kakak-kakak semua diberikan kemudahan dalam melanjutkan pendidikan dan meraih kesuksesan di masa depan,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan santri kelas IX SMP, Muhammad Mahdi Bafagih, mengajak rekan-rekannya untuk tidak melupakan jasa para pendiri pondok yang telah meletakkan dasar pendidikan dan perjuangan hingga YAPI berkembang seperti saat ini. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga adab kepada guru sebagai kunci keberkahan ilmu.

“Ilmu yang kita peroleh tidak akan membawa keberkahan tanpa adab dan penghormatan kepada guru,” tuturnya.

Pesan tentang kedewasaan juga disampaikan oleh Kepala Asrama YAPI, Ustadz Musa Al Idrus. Ia mengingatkan para santri bahwa berakhirnya masa SMP menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Para santri diharapkan terus memperbaiki diri, meninggalkan sikap kekanak-kanakan, serta menjaga nama baik pesantren di mana pun mereka berada.

Puncak acara terjadi saat musyafahah dimulai. Para santri berbaris untuk bersalaman dengan para asatidz yang selama ini membimbing mereka. Di tengah lantunan sholawat, banyak yang berusaha menyembunyikan rasa haru. Ada yang menundukkan kepala lebih lama saat berjabat tangan, ada pula yang memeluk guru-gurunya sebagai ungkapan terima kasih atas bimbingan yang telah diberikan.

Momen sederhana itu menjadi simbol kuat bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya tentang pelajaran di ruang kelas, tetapi juga tentang hubungan antara guru dan murid yang dibangun dengan keikhlasan, penghormatan, dan kasih sayang.

Pelepasan 45 santri kelas IX SMP YAPI bukan hanya menjadi penanda berakhirnya masa belajar di tingkat SMP. Lebih dari itu, acara ini menjadi momentum untuk mengingat kembali nilai-nilai yang telah ditanamkan selama berada di pesantren: adab kepada guru, bakti kepada orang tua, serta semangat untuk terus belajar dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Bagi para santri yang dilepas, hari itu mungkin menjadi akhir dari satu perjalanan. Namun pada saat yang sama, hari itu juga menjadi awal dari langkah-langkah baru menuju masa depan yang mereka cita-citakan.

Artikel Terkait

Fatimah Zaskiyah Sausan Kembali Raih Predikat Bintang Pelajar Al Ma'hadul Islami Tahun Ajaran 2025–2026

13 Juli 2026

Bangil, 13 Juli 2026 – Pondok Pesantren Al Ma’hadul Islami kembali menggelar Acara Penobatan Bintang Pelajar Tahun Ajaran 2025–2026 yang […]

Baca selengkapnya

Rapat Akhir Tahun Al Ma'hadul Islami Rumuskan Strategi Pendidikan Era Gen Z, Evaluasi Akademik hingga Pemanfaatan AI

13 Juli 2026

Pandaan, 9 Juli 2026 — SMP–SMA Al Ma’hadul Islami YAPI Putri menggelar Rapat Akhir Tahun di Tawatu Cafe, Pandaan, Kamis […]

Baca selengkapnya

Selamat! 22 Siswa-siswi SMA Al-Ma'hadul Islami Beji Lolos di Berbagai Perguruan Tinggi Negeri Ternama Indonesia Tahun 2026

13 Juli 2026

Beji, 6 Juli 2026 – Kabar membanggakan kembali datang dari SMA Al-Ma’hadul Islami Beji, Pasuruan. Pada tahun ajaran 2025/2026, sebanyak […]

Baca selengkapnya