Seminar Anti-Bullying di Pondok Al-Ma’hadul Islami, Bangun Lingkungan Pendidikan yang Aman dan Berkarakter

27 Mei 2026
2 menit baca
Oleh: Admin YAPI

Beji, 25 Mei 2026 — Pondok Al-Ma’hadul Islami menggelar seminar edukatif tentang bahaya bullying sebagai bentuk upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghormati. Kegiatan yang berlangsung di aula pondok pada Senin (25/5) pukul 10.30 WIB itu diikuti para siswa dan dewan guru dengan penuh antusias.

Seminar menghadirkan narasumber Brigadir Silvia Atika Widarti, S.H., serta Dhea Lukita Andriana yang memberikan materi dan motivasi mengenai pentingnya mencegah perundungan di lingkungan sekolah maupun pesantren.

Dalam pemaparannya, Brigadir Silvia menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat berbentuk ejekan, penghinaan, pengucilan, hingga intimidasi verbal yang sering dianggap sebagai candaan biasa.

“Bullying adalah penindasan berulang secara psikologis maupun fisik oleh individu atau kelompok yang lebih kuat terhadap individu atau kelompok yang lebih lemah. Hal itu memengaruhi kesehatan fisik maupun mental dan berdampak buruk bagi korban,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab bersama peserta. Para siswa tampak aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari penyampaian materi hingga pembahasan mengenai batasan dalam bercanda dan cara melaporkan tindakan perundungan.

Salah satu siswa kelas VIII, Shafiyyah, mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah mengikuti seminar tersebut. Menurutnya, kegiatan ini membantu siswa memahami batasan dalam bercanda serta langkah yang harus dilakukan apabila menemukan kasus bullying di lingkungan sekitar.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari dewan guru yang hadir selama seminar berlangsung. Mereka menilai pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam mencegah perundungan di lingkungan pendidikan.

Guru BK sekolah, Ibu Vera, menegaskan bahwa penanaman nilai empati dan toleransi sejak dini sangat penting dalam membangun karakter siswa.

“Pendidikan karakter adalah pondasi utama. Menanamkan empati dan toleransi sejak dini jauh lebih krusial untuk mencegah bullying dibandingkan hanya berfokus pada nilai akademik saja,” ungkapnya.

Melalui seminar anti-bullying ini, Pondok Al-Ma’hadul Islami berharap seluruh siswa semakin memahami dampak negatif perundungan dan mampu membangun hubungan sosial yang sehat, harmonis, serta saling menghargai satu sama lain.

Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen pondok pesantren dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif, humanis, dan bebas dari segala bentuk perundungan. Pihak pesantren berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pendidikan karakter generasi muda.

Artikel Terkait

Polres Pasuruan Edukasi Santri YAPI Lewat Program “Go To School”

27 Mei 2026

Beji, 26 Mei 2026 — Polres Pasuruan kembali menggelar program Go To School sebagai upaya memberikan edukasi kepada generasi muda […]

Baca selengkapnya

Asah Kemampuan Menulis, SMP-SMA YAPI Gelar Kelas Jurnalistik untuk Siswa

27 Mei 2026

Beji, 25 Mei 2026 — SMP-SMA Yayasan Pendidikan Islam (YAPI) menggelar Kelas Jurnalistik bagi siswa di Aula Sekolah pada Senin […]

Baca selengkapnya

Khidmatnya Perayaan Idul Adha di Pondok Putri Al Ma’hadul Islami

27 Mei 2026

Bangil, 27 Mei 2026 — Pondok Putri Al Ma’hadul Islami menggelar perayaan Hari Raya Idul Adha dengan penuh kekhusyukan dan […]

Baca selengkapnya