
Semangat berprestasi kembali ditunjukkan siswa-siswi SMP dan SMA Al Ma’hadul Islami. Pada Sabtu, 16 Mei 2026, enam siswa terbaik sekolah mengikuti Olimpiade Bahasa Arab Tingkat Kabupaten (OBA-K) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan secara daring dari lingkungan sekolah. Ajang bergengsi yang diikuti lebih dari 1.000 peserta ini menjadi wadah untuk menguji kemampuan bahasa Arab para pelajar, mulai dari pemahaman mufrodat, membaca, hingga tata bahasa Arab (nahwu dan sharaf).
Perwakilan dari SMA Al Ma’hadul Islami yaitu Fatimah Aqila, Ummu Abiha, dan Zainab Ma’shumah Yahya. Sementara dari SMP Al Ma’hadul Islami diwakili oleh Avika Nandia Azzahra, Najmah Zahira, dan Mahdiya Zahro. Seluruh peserta mengikuti perlombaan menggunakan laptop dan komputer yang telah disiapkan sekolah.
Dalam persiapannya, para siswa mendapatkan pendampingan intensif dari guru pembimbing, Ustadah Zainab Ali, S.Pd., yang membantu memberikan materi, latihan soal, serta motivasi sebelum lomba berlangsung. Beliau menyampaikan rasa bangga atas usaha dan semangat para peserta selama menjalani latihan.
“Anak-anak sudah berusaha dengan maksimal selama latihan. Saya bangga dengan semangat dan kerja keras mereka. Semoga semuanya bisa tampil percaya diri dan mendapatkan hasil terbaik,” ungkap beliau.
Persiapan menuju kompetisi pun dilakukan dengan sungguh-sungguh. Para peserta rutin memperdalam materi bahasa Arab, menghafal mufrodat, mempelajari nahwu dan sharaf, serta mengerjakan latihan soal setiap hari demi mendapatkan hasil terbaik.
Salah satu peserta dari SMA Al Ma’hadul Islami, Fatimah Aqila, mengaku senang dapat mengikuti ajang tersebut. Menurutnya, kompetisi ini menjadi pengalaman berharga sekaligus tantangan yang menguji ketelitian.
“Kemarin pagi saya baru saja melaksanakan Olimpiade Bahasa Arab secara daring. Lomba ini sangat bergengsi karena pesertanya lebih dari 1.000 orang. Menurut saya soalnya cukup mudah, hanya saja membutuhkan ketelitian tinggi dengan waktu yang terbatas. Setelah selesai, saya merasa senang dan lega karena satu beban sudah terlewati,” ujarnya.
Kesan serupa juga disampaikan Mahdiya Zahro, siswi kelas VIII SMP Al Ma’hadul Islami. Ia mengaku menikmati proses belajar dan latihan sebelum perlombaan.
“Soalnya gampang, meski ada beberapa yang susah, tapi tetap seru dan wajib dicoba. Saya belajar mufrodat setiap malam, lalu pagi belajar nahwu dan sharaf. Selain itu juga latihan soal setiap hari,” tuturnya.
Dukungan dari guru, teman, dan orang tua menjadi motivasi besar bagi para peserta untuk terus semangat dan percaya diri membawa nama baik sekolah. Fatimah Aqila juga berharap dapat melangkah ke tahap berikutnya dan memberikan motivasi bagi peserta OBA di masa mendatang.
“Saya berharap bisa mendapat nilai yang diinginkan dan lolos ke babak selanjutnya. Tetap semangat untuk peserta OBA berikutnya. Harumkan dan banggakan YAPI,” tambahnya.
Melalui keikutsertaan dalam Olimpiade Bahasa Arab tingkat kabupaten ini, SMP dan SMA Al Ma’hadul Islami berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman berharga, tetapi juga semakin termotivasi untuk mengembangkan kemampuan akademik, memperluas wawasan bahasa Arab, serta menorehkan prestasi yang membanggakan bagi sekolah.
