
SMP-SMA Al Ma’hadul Islami YAPI terus membiasakan penggunaan bahasa Inggris melalui program Speech Dhuhur, yakni kegiatan kultum berbahasa Inggris yang dilaksanakan secara rutin tiga kali dalam sepekan setelah salat Zuhur. Program ini diikuti oleh siswi SMP dan SMA secara bergiliran sebagai bagian dari pembinaan kemampuan bahasa dan keagamaan.
Dalam kegiatan tersebut, siswi membacakan ayat suci Al-Qur’an atau hadis, kemudian menyampaikan arti serta kandungannya menggunakan bahasa Inggris. Melalui program ini, sekolah berupaya melatih kemampuan public speaking, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus memperdalam pemahaman agama para siswi.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat di lingkungan sekolah. Para guru turut mendampingi agar materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh peserta lainnya. Meski demikian, beberapa siswi mengaku masih mengalami kesulitan memahami isi kultum karena keterbatasan kemampuan bahasa Inggris.
“Saya masih kurang memahami beberapa bagian karena kemampuan bahasa Inggris saya belum terlalu baik, tetapi saya akan terus belajar,” ujar Najmah Fathimah, siswi kelas VII.
Sementara itu, Nainawa Hauraul Fatimah, siswi kelas VIII, menilai program tersebut sangat bermanfaat untuk melatih kemampuan bahasa Inggris santri. Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu membangun keberanian siswi untuk berbicara di depan umum.
Program Speech Dhuhur dikelola oleh organisasi English Student Organization (ESO). Perwakilan ESO, Fatimah Alwi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membiasakan siswi tampil percaya diri saat menggunakan bahasa Inggris.
Selain itu, ESO juga memberikan pendampingan bagi siswi yang mengalami kesulitan dalam menyusun maupun melafalkan teks speech. Ketua ESO, Aqilah Alaydrus, mengatakan bahwa anggota organisasi siap membantu siswi agar lebih percaya diri sebelum tampil.
Salah satu peserta, Fatimah dari kelas X-B, mengaku harus berlatih terlebih dahulu sebelum tampil di depan teman-temannya. Ia mengatakan rasa gugup masih sering muncul, terutama saat berbicara menggunakan mikrofon di depan banyak orang.
Pembina ESO, Nurun Nadjma, menegaskan bahwa pembiasaan berbahasa Inggris penting diterapkan sejak dini agar siswa terbiasa menggunakan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program Speech Dhuhur, SMP-SMA Al Ma’hadul Islami YAPI berharap para siswi dapat tumbuh menjadi muslimah yang percaya diri, berwawasan global, serta mampu menyampaikan nilai-nilai Islam dengan baik dalam bahasa Inggris.
